MISTERY
Karya
: Siska Angelia
Jam beker berbunyi, menandakan waktu tidur lelapku telah
habis. Aku harus bangun dan segera melakukan aktifitas ku seperti biasa. Hari
ini sungguh suram. Hhaafftt.. tunggu, dimana ponsel ku?. Aku mulai panik, aku mencari
di balik selimut, mencarinya hingga keluar, ke ruang tamu, ke setiap sudut
rumah. Aneh, dimana benda itu. Aku mulai mengingat nya kembali. Terakhir aku
taruh di sebelah buku. Dan sekarang tidak ada. Aku tidak akan bertanya pada
seisi keluarga ku. Karena aku yakin mereka pasti berkata ‘apa yang kau lakukan?
Hanya mencari ponsel? Ini bukan kegiatan yang sesuai untuk pagi hari.
Bergegaslah mandi, dan sarapan!’ TIDAK! Seperti nya aku sudah tergila gila
dengan benda satu itu, karena disitu menyimpan sebuah kenangan. Eeeaaaaaaaaa..
ppfftt… sshhhtt mari mulai mencari. Dengan mata sedikit sayu, akibat baru
bangun tidur. Aku tetap bersikeras mencari. Baik, hanya tinggal satu tempat
yang belum ku selidiki. Aku menunduk, jongkok, duduk, tengkurap, dan wwooosshh
aku langsung menerawang daerah bawah kolong kasur ku. Daaann, GET IT!! Aku
segera mengambil benda itu. Mmmuuaahhh!! Miss you sooo badly!. Aku beranjak
dari kamar tidur. Menuju ke tempat paling adem seantero dunia. Kamar……mandiiii~
you must know! Ini tempat pokoknya paling mantep. Menghabiskan waktu 5 menit…
10 menit… 15 menit… dan sekarang aku mendengar langkah kaki, aku yakin pasti
ini ibu ku yang siap untuk mengeluarkan sejumlah kata kata suram nan
menggelegar. Daannn … RIGHT!!... 1..2..3.. ‘SISKA! CEPATLAH KELUAR! APA YANG
KAULAKUKAN HA? CEPAT! KAU HARUS BERANGKAT KE SEKOLAH!’ Dengan menatap nanar
langit kamar mandi, aku mulai berkata sama kerasnya ‘IYA, BAIK BAIK, SEBENTAR
LAGI AKU KELUAR’ .byeee.. tempat unyu~
Aku menatap meja makan. Ini lagi? Susu coklat, dengan
nasi goreng ala ibu ku sendiri.. nasi goreng tanpa kecap. Aah, aku ingin makan
yang lain. Tapi apa mau dikata? Aku harus memakannya sekarang. Kalau tidak,
senjata ampuh itu akan mulai menerjang ku (re:omelan). Yap! 06:15. Waktunya
berangkaaattt~ dan eeiittss. Aku belum membuat tweets untuk pagi hari ini.
Hahaha, ya~ ini lah hobby ku. Aku mulai membuka ‘Twitter’ melihat ‘Timeline’
dan ‘Compose tweet’ … Done! Aku siap berangkat sekarang, menuju sekolah di hari
yang eeuuhhmm menurut ku tidak menyenangkan MONsterDAY! Yap! MONDAY! Atau
SENIN. Kenapa? Karena ada upacara. Begitu membosankan bagiku. Tapi apa mau
dikata? ini kegiatan yang wajib diikuti.
Finish~ aahhh kelas tercinta. Aku mulai memeluk meja
beserta dengan tas ku. Aku lupa, apa pelajaran pertama. Aku mulai bertanya. Dan
ini mulai menimbulkan bisik bisik seperti ‘eh ada pr ngga? Udah ngerjain?
Nyontek dong’ JLEB MAK JLEB. OOOHHHHHH GGOOODDDD. Ada PR ternyata, duh gimana
nih gimana? Kerjain gak yaaaa. Kerjain gak yaaa… Bahasa inggris… aku mulai
bergegas mengambil kostak pensil ku. OH! Saustatar. Aku lupa membawa kostak
pensil. Aku mulai melirik sebelah ku. Lagi lagi timbul bisik bisik seperti
‘punya pensil 2? Minjem dong. Udah ngerjain PR? Liat dong’ nnggiiinnggg..
hening panjang tercipta saat itu juga. Ternyata dia belum mengerjakan juga.
Baik, aku akan kerjakan sendiri saja. Ini tidak sulit. *beberapa menit
kemudian* *bel masuk berbunyi* TTIIDDAAAAAKK.. Aku belum mengerjakan semuanya.
Baik, aku pasrah.. pasrah… pasrah….
Lolos dari ancaman atau segala hal yang hampir membuat
bulu kuduk merinding atau lebih tepatnya, aku lolos dari pr yang tidak ku
kerjakan. Ternyata gurunya tidak masuk. Ohh.. demi Neptunus teman Spongebob
yang suka ngaca di laut, ini sebuah keajaiban. Thanks God.
Aku mulai menghampiri temanku, Saras dan Oliv. Aku
mendengarkan lagu favoritku, duh rasanya pengen jejogetan. ‘Oppa gangnam style…
op.. op.. op.. op.. oppa gangnam style’ dududuu.. sambil bersenandung kecil.
Aku melihat sekeliling kelas. Aneh, aku selalu merasa tidak nyaman disini.
Kenapa?? Hhmm.. aku mulai melirik kebelakang. Ah, tidak ada apa apa, mungkin
perasaan ku saja. Huft, padahal ini masih pagi hari. Tapi pikiran ku sudah
ngawur kemana mana.
Bel pulang berbunyi.. oohhhh senandung paling terindah
yang pernah kudengar. Keluar dari tempat suram nan menegangkan(?). meninggalkan
sekolah yang uuhhmm.. uuhmmm cukup mistis ini. Aahh, rasanya aku ingin cepat
cepat menuju ke tempat yang sangat nyaman, indah, tentram,damai,sentausa dan
sejahtera, apalagi kalau bukan Rumah. Yap! Saat yang ditunggu tunggu. Tapi
tunggu, dimana saras? Saras Septiani, teman terunyu ku di Smk 3 ini… ehhmm
mungkin ini terlalu berlebihan. Tapi sungguh, aku sedang bingung mencari nya.
Dimana dia? Aku selalu pulang bersama dia. Tapi sekarang dia menghilang. Baik,
aku putuskan untuk menunggu beberapa saat. Semoga dia muncul lebih cepat.
Tidak menunggu lama. Saras pun datang ketempat aku
berdiam diri. Cukup cepat dari perkiraan. Ternyata dia hanya ingin buang air
kecil saja. Baik, ayo kita pulang guys. Stop, mengapa anak anak kelas malah ada
di luar gerbang dan berkumpul layaknya kambing sedang mengantri makan. Dengan
kekepoan yang ada, aku pun bertanya. ‘weh ngapain pada disini? Bukannya pulang’
zakky pun menyaut pertanyaan ku dengan girang nya ‘ayu ikut, kita pergi bareng
sama temen temen’ aku pun hanya tercengang, bingung, duh gimana, duit ku tipis
dan cekak. Sangat ironis..
Akhirnya aku pun ikut, terbujuk dengan rayuan saras. Aku
pun mengalah dan duduk manis di jok belakang motor. Melihat sekeliling jalan.
Daerah apa ini. Ah, aku sangat kuper, daerah yang dekat saja aku tidak
mengetahuinya, apalagi yang jauh? Mungkin butuh waktu hingga berbulan bulan
untuk menghapalnya. Aku pun tertawa kecil karena pikiran ku ini. Aneh aneh
saja.
Motor pun serentak berhenti, rumah siapa ini? Aku rasa
aku tidak mengenal tempat ini. Sepertinya mereka mempunyai rencana. Apa ya?
Hhmmm aku penasaran. Sekarang tanggal berapa? Adakah hari special di hari ini?
Aku rasa tidak. Maklum, kami adalah anak baru. Baru saling mengenal. Tapi kami
sudah akrab satu sama lain. Aku beruntung bias bergaul dengan cepat. Tidak
membutuhkan waktu lama untuk adaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru.
Samar samar aku mendengar ini rumah okta. Okta, anak laki laki yang diutus
menjadi ketua murid di kelas ku. Oohh, ternyata ini rumahnya. Kita semua pun
masuk kerumahnya. Rumah ini nyaman, tidak terlalu besar, tapi bagiku, rumah ini
menyimpan aura yang berbeda. Ada apa ya. Sepertinya aku merasakan ada yang aneh
dirumah ini. Hembusan angin yang cukup kencang pun menghilangkan khayalan dan pikiran ku.
Ternyata angin itu berasal dari kipas angin besar disebelahku. Huh,aku kira
angin apa. Angin kentut mungkin. Nnggiinnggg… krik.. Akupun hanya menatap
sekeliling rumah ini. Dan aku menengok ke tempat yang lebih terpojokan, tempat
yang lebih gelap, kurang penerangan, dan ternyata ini tangga. Tangga yang
menuju sebuah kamar yang tidak terlalu besar. Tempat yang hampir aku kira itu
gudang. Tetapi aku salah. Itu kamar tidak terpakai. Akupun melongok ke atas, hanya melihat sekilas, aku
takut. Ruangan ini aneh. Dan.. Ya!! Apa yang aku pikirkan sejak tadi pun
muncul. Ada sosok perempuan disana. Siapa dia? Ini bagaikan mistery bagiku.
Waktu berjalan cukup cepat, sekarang sudah menunjukan
pukul 16:00. Sudah waktunya pulang. Untunglah, aku takut disini. Aku ingin
pulang. Setelah memakai sepatu, kita pun bergegas pulang, aku menengok ke
tempat tadi. Ke arah tangga, yang memang tempatnya sangat pas depan pintu
masuk. Sosok itu hilang. Entah kemana. Aku harap tadi hanyalah khayalan ku.
Ya.. aku harap seperti itu. Tapi tidak, bayangan itu melintas sebentar, seperti
memberikan salam perpisahan. Apa ini? Ini sungguh sungguh seperti mistery. Aku
pun menutup mata ku sejenak dan mulai naik ke motor. Untuk segera pulang dan
membersihkan pikiran. Mungkin aku hanya lelah.
Dijalan aku pun menanyakan, apakah tadi acara yang
penting dirumah okta? Aku sibuk dengan pikiran ku sendiri, sampai sampai tidak
mendengar apa yang mereka bicarakan tadi. Ternyata membahas tentang struktur
organisasi kelas sekalian bermain. Untunglah tidak begitu penting. Katena aku
tidaklah terlibat didalamnya.
Hari demi hari pertemanan kami pun semakin erat, dan kami
pun jadi sering bermain kerumah okta. Tapi aku tidak melihatnya lagi.
Syukurlah. Mungkin hari itu, aku memang sedang lelah. Dan aku harap ini tidak
berkelanjutan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar