Selasa, 20 November 2012

what's wrong?



MISTERY
Karya : Siska Angelia
            Jam beker berbunyi, menandakan waktu tidur lelapku telah habis. Aku harus bangun dan segera melakukan aktifitas ku seperti biasa. Hari ini sungguh suram. Hhaafftt.. tunggu, dimana ponsel ku?. Aku mulai panik, aku mencari di balik selimut, mencarinya hingga keluar, ke ruang tamu, ke setiap sudut rumah. Aneh, dimana benda itu. Aku mulai mengingat nya kembali. Terakhir aku taruh di sebelah buku. Dan sekarang tidak ada. Aku tidak akan bertanya pada seisi keluarga ku. Karena aku yakin mereka pasti berkata ‘apa yang kau lakukan? Hanya mencari ponsel? Ini bukan kegiatan yang sesuai untuk pagi hari. Bergegaslah mandi, dan sarapan!’ TIDAK! Seperti nya aku sudah tergila gila dengan benda satu itu, karena disitu menyimpan sebuah kenangan. Eeeaaaaaaaaa.. ppfftt… sshhhtt mari mulai mencari. Dengan mata sedikit sayu, akibat baru bangun tidur. Aku tetap bersikeras mencari. Baik, hanya tinggal satu tempat yang belum ku selidiki. Aku menunduk, jongkok, duduk, tengkurap, dan wwooosshh aku langsung menerawang daerah bawah kolong kasur ku. Daaann, GET IT!! Aku segera mengambil benda itu. Mmmuuaahhh!! Miss you sooo badly!. Aku beranjak dari kamar tidur. Menuju ke tempat paling adem seantero dunia. Kamar……mandiiii~ you must know! Ini tempat pokoknya paling mantep. Menghabiskan waktu 5 menit… 10 menit… 15 menit… dan sekarang aku mendengar langkah kaki, aku yakin pasti ini ibu ku yang siap untuk mengeluarkan sejumlah kata kata suram nan menggelegar. Daannn … RIGHT!!... 1..2..3.. ‘SISKA! CEPATLAH KELUAR! APA YANG KAULAKUKAN HA? CEPAT! KAU HARUS BERANGKAT KE SEKOLAH!’ Dengan menatap nanar langit kamar mandi, aku mulai berkata sama kerasnya ‘IYA, BAIK BAIK, SEBENTAR LAGI AKU KELUAR’ .byeee.. tempat unyu~
            Aku menatap meja makan. Ini lagi? Susu coklat, dengan nasi goreng ala ibu ku sendiri.. nasi goreng tanpa kecap. Aah, aku ingin makan yang lain. Tapi apa mau dikata? Aku harus memakannya sekarang. Kalau tidak, senjata ampuh itu akan mulai menerjang ku (re:omelan). Yap! 06:15. Waktunya berangkaaattt~ dan eeiittss. Aku belum membuat tweets untuk pagi hari ini. Hahaha, ya~ ini lah hobby ku. Aku mulai membuka ‘Twitter’ melihat ‘Timeline’ dan ‘Compose tweet’ … Done! Aku siap berangkat sekarang, menuju sekolah di hari yang eeuuhhmm menurut ku tidak menyenangkan MONsterDAY! Yap! MONDAY! Atau SENIN. Kenapa? Karena ada upacara. Begitu membosankan bagiku. Tapi apa mau dikata? ini kegiatan yang wajib diikuti.
            Finish~ aahhh kelas tercinta. Aku mulai memeluk meja beserta dengan tas ku. Aku lupa, apa pelajaran pertama. Aku mulai bertanya. Dan ini mulai menimbulkan bisik bisik seperti ‘eh ada pr ngga? Udah ngerjain? Nyontek dong’ JLEB MAK JLEB. OOOHHHHHH GGOOODDDD. Ada PR ternyata, duh gimana nih gimana? Kerjain gak yaaaa. Kerjain gak yaaa… Bahasa inggris… aku mulai bergegas mengambil kostak pensil ku. OH! Saustatar. Aku lupa membawa kostak pensil. Aku mulai melirik sebelah ku. Lagi lagi timbul bisik bisik seperti ‘punya pensil 2? Minjem dong. Udah ngerjain PR? Liat dong’ nnggiiinnggg.. hening panjang tercipta saat itu juga. Ternyata dia belum mengerjakan juga. Baik, aku akan kerjakan sendiri saja. Ini tidak sulit. *beberapa menit kemudian* *bel masuk berbunyi* TTIIDDAAAAAKK.. Aku belum mengerjakan semuanya. Baik, aku pasrah.. pasrah… pasrah….
            Lolos dari ancaman atau segala hal yang hampir membuat bulu kuduk merinding atau lebih tepatnya, aku lolos dari pr yang tidak ku kerjakan. Ternyata gurunya tidak masuk. Ohh.. demi Neptunus teman Spongebob yang suka ngaca di laut, ini sebuah keajaiban. Thanks God.
            Aku mulai menghampiri temanku, Saras dan Oliv. Aku mendengarkan lagu favoritku, duh rasanya pengen jejogetan. ‘Oppa gangnam style… op.. op.. op.. op.. oppa gangnam style’ dududuu.. sambil bersenandung kecil. Aku melihat sekeliling kelas. Aneh, aku selalu merasa tidak nyaman disini. Kenapa?? Hhmm.. aku mulai melirik kebelakang. Ah, tidak ada apa apa, mungkin perasaan ku saja. Huft, padahal ini masih pagi hari. Tapi pikiran ku sudah ngawur kemana mana.
            Bel pulang berbunyi.. oohhhh senandung paling terindah yang pernah kudengar. Keluar dari tempat suram nan menegangkan(?). meninggalkan sekolah yang uuhhmm.. uuhmmm cukup mistis ini. Aahh, rasanya aku ingin cepat cepat menuju ke tempat yang sangat nyaman, indah, tentram,damai,sentausa dan sejahtera, apalagi kalau bukan Rumah. Yap! Saat yang ditunggu tunggu. Tapi tunggu, dimana saras? Saras Septiani, teman terunyu ku di Smk 3 ini… ehhmm mungkin ini terlalu berlebihan. Tapi sungguh, aku sedang bingung mencari nya. Dimana dia? Aku selalu pulang bersama dia. Tapi sekarang dia menghilang. Baik, aku putuskan untuk menunggu beberapa saat. Semoga dia muncul lebih cepat.
            Tidak menunggu lama. Saras pun datang ketempat aku berdiam diri. Cukup cepat dari perkiraan. Ternyata dia hanya ingin buang air kecil saja. Baik, ayo kita pulang guys. Stop, mengapa anak anak kelas malah ada di luar gerbang dan berkumpul layaknya kambing sedang mengantri makan. Dengan kekepoan yang ada, aku pun bertanya. ‘weh ngapain pada disini? Bukannya pulang’ zakky pun menyaut pertanyaan ku dengan girang nya ‘ayu ikut, kita pergi bareng sama temen temen’ aku pun hanya tercengang, bingung, duh gimana, duit ku tipis dan cekak. Sangat ironis..
            Akhirnya aku pun ikut, terbujuk dengan rayuan saras. Aku pun mengalah dan duduk manis di jok belakang motor. Melihat sekeliling jalan. Daerah apa ini. Ah, aku sangat kuper, daerah yang dekat saja aku tidak mengetahuinya, apalagi yang jauh? Mungkin butuh waktu hingga berbulan bulan untuk menghapalnya. Aku pun tertawa kecil karena pikiran ku ini. Aneh aneh saja.
            Motor pun serentak berhenti, rumah siapa ini? Aku rasa aku tidak mengenal tempat ini. Sepertinya mereka mempunyai rencana. Apa ya? Hhmmm aku penasaran. Sekarang tanggal berapa? Adakah hari special di hari ini? Aku rasa tidak. Maklum, kami adalah anak baru. Baru saling mengenal. Tapi kami sudah akrab satu sama lain. Aku beruntung bias bergaul dengan cepat. Tidak membutuhkan waktu lama untuk adaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru. Samar samar aku mendengar ini rumah okta. Okta, anak laki laki yang diutus menjadi ketua murid di kelas ku. Oohh, ternyata ini rumahnya. Kita semua pun masuk kerumahnya. Rumah ini nyaman, tidak terlalu besar, tapi bagiku, rumah ini menyimpan aura yang berbeda. Ada apa ya. Sepertinya aku merasakan ada yang aneh dirumah ini. Hembusan angin yang cukup kencang pun  menghilangkan khayalan dan pikiran ku. Ternyata angin itu berasal dari kipas angin besar disebelahku. Huh,aku kira angin apa. Angin kentut mungkin. Nnggiinnggg… krik.. Akupun hanya menatap sekeliling rumah ini. Dan aku menengok ke tempat yang lebih terpojokan, tempat yang lebih gelap, kurang penerangan, dan ternyata ini tangga. Tangga yang menuju sebuah kamar yang tidak terlalu besar. Tempat yang hampir aku kira itu gudang. Tetapi aku salah. Itu kamar tidak terpakai. Akupun  melongok ke atas, hanya melihat sekilas, aku takut. Ruangan ini aneh. Dan.. Ya!! Apa yang aku pikirkan sejak tadi pun muncul. Ada sosok perempuan disana. Siapa dia? Ini bagaikan mistery bagiku.
            Waktu berjalan cukup cepat, sekarang sudah menunjukan pukul 16:00. Sudah waktunya pulang. Untunglah, aku takut disini. Aku ingin pulang. Setelah memakai sepatu, kita pun bergegas pulang, aku menengok ke tempat tadi. Ke arah tangga, yang memang tempatnya sangat pas depan pintu masuk. Sosok itu hilang. Entah kemana. Aku harap tadi hanyalah khayalan ku. Ya.. aku harap seperti itu. Tapi tidak, bayangan itu melintas sebentar, seperti memberikan salam perpisahan. Apa ini? Ini sungguh sungguh seperti mistery. Aku pun menutup mata ku sejenak dan mulai naik ke motor. Untuk segera pulang dan membersihkan pikiran. Mungkin aku hanya lelah.
            Dijalan aku pun menanyakan, apakah tadi acara yang penting dirumah okta? Aku sibuk dengan pikiran ku sendiri, sampai sampai tidak mendengar apa yang mereka bicarakan tadi. Ternyata membahas tentang struktur organisasi kelas sekalian bermain. Untunglah tidak begitu penting. Katena aku tidaklah terlibat didalamnya.
            Hari demi hari pertemanan kami pun semakin erat, dan kami pun jadi sering bermain kerumah okta. Tapi aku tidak melihatnya lagi. Syukurlah. Mungkin hari itu, aku memang sedang lelah. Dan aku harap ini tidak berkelanjutan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar